<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-33780492</id><updated>2011-07-29T07:49:40.242+07:00</updated><category term='cerpen'/><title type='text'>Just learn to write....ReaLLY!!</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>AmaH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33780492.post-7967933631420079088</id><published>2009-07-29T19:03:00.000+07:00</published><updated>2009-08-17T19:19:53.826+07:00</updated><title type='text'>Ajarkan aku membencimu</title><content type='html'>aku sadar, mencintai perempuan ini adalah sesuatu yang keliru. walau aku juga tahu bahwa cinta datang tanpa diduga dan dimau. namun rasa cinta ku kali ini adalah benar-benar terlarang dan salah tempat.&lt;br /&gt;bagaimana tidak? perempuan itu telah memiliki keluarga. seorang suami dan putri kecil yang lucu nan manis.&lt;br /&gt;kenyataannya, perasaan ini pun tiada mampu ku bendung. terus saja muncul dan ada, SIAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan celakanya, perempuan ini membalas semua perasaanku. entah sudah berapa kali kami bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin membencinya, tapi entah kenapa tiada bisa..&lt;br /&gt;aku ingin melupakannya, namun tiada mampu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tersiksa setiap membayangkan dirinya berada dipelukan ayah dari anaknya.&lt;br /&gt;aku terluka saat dia hanya mampu menyisakan sedikit waktu untukku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku kecewa..saat dia tak bisa berbuat apa apa dengan keadaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti sore ini, aku harus merasakan kecewa lagi. saat dia tak bisa menemaniku datang ke acara besok.&lt;br /&gt;bodoh! aku lupa kalau besok adalah hari minggu. hari dimana dia tidak bisa diganggu gugat. hari dimana dia menghabiskan waktu bersama putri kecil dan ayah dari anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan lagi aku hanya duduk terdiam dan berpikir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang aku lakoni sekarang ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengharapkan dia melepaskan keluarganya?&lt;br /&gt;sepertinya itu tidaklah mungkin.&lt;br /&gt;tolong berikan satu cara agar aku bisa membencimu..!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33780492-7967933631420079088?l=rumahsinggah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/feeds/7967933631420079088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33780492&amp;postID=7967933631420079088' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/7967933631420079088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/7967933631420079088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/2009/08/ajarkan-aku-membencimu.html' title='Ajarkan aku membencimu'/><author><name>AmaH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33780492.post-4380107199536776974</id><published>2009-06-16T19:16:00.000+07:00</published><updated>2009-08-17T19:17:02.826+07:00</updated><title type='text'>Sesuka kamu saja</title><content type='html'>"aku akan datang. tunggu saja. sabar toh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu itu yang kamu bilang..tapi seminggu, dua minggu..tak ada sosokmu..bahkan sekedar say hallo lewat tulisan di ponsel pun kau enggan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku hanya bisa menjawab " entahlah, kesabaranku telah terbang bersama janji yang sering kali meleset"&lt;br /&gt;"lalu aku musti bersabar yang seperti apa?" tanyaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kau, selalu saja diam. mungkin memikirkan jawaban yang tepat untukku. agar hatiku tidak semakin kecewa dan terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tunggu saja. aku akan datang" lalu pembicaraan kita pun berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu seperti itu. memulai dan memutuskan pembicaraan sesukamu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kenapa setiap ada permintaan "akhiri saja" kau selalu tak peduli..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku hanya bisa ngomel sendiri..fyuuh....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33780492-4380107199536776974?l=rumahsinggah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/feeds/4380107199536776974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33780492&amp;postID=4380107199536776974' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/4380107199536776974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/4380107199536776974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/2009/06/sesuka-kamu-saja.html' title='Sesuka kamu saja'/><author><name>AmaH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33780492.post-7547273624970699354</id><published>2009-02-25T19:05:00.000+07:00</published><updated>2009-08-17T19:21:13.604+07:00</updated><title type='text'>dunia tanpa suara</title><content type='html'>dunia tanpa suara. kadang saya begitu menginginkan hal tersebut. tidak ada musik, tidak ada celotehan tak berarti. karena sejatinya saya membenci suara-suara sumbang yang tidak diperlukan. berapa banyak dalam sehari, saya harus mendengarkan pembicaraan orang yang tidak penting dan hanya pemanis bibir. karena itulah, kadang saya begitu menikmati kediaman. ada dimana satu atau dua hari dalam seminggu, saya mendiamkan orang-orang yang ada disekeliling saya. saya menjadi tak peduli apa yang dikerjakan, dipikirkan mereka. bagi saya, mereka tidak eksis untuk beberapa waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bayangan dunia tanpa suara memenuhi rongga sel kelabu saya sore kali ini, sekarang ini dan waktu ini. namun, dunia terasa membosankan, kehidupan menjadi statis, dan bahkan tanpa bunyi atau suara, saya merasa terancam. tidak ada alarm waktu bangun tidur, makan, bercinta dan bahkan sekedar mendeteksi adanya bahaya juga rasa aman. suara...adalah salah satu elemen pelengkap hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33780492-7547273624970699354?l=rumahsinggah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/feeds/7547273624970699354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33780492&amp;postID=7547273624970699354' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/7547273624970699354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/7547273624970699354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/2009/08/dunia-tanpa-suara.html' title='dunia tanpa suara'/><author><name>AmaH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33780492.post-3550974855337493981</id><published>2009-01-15T14:08:00.000+07:00</published><updated>2009-01-15T14:09:01.893+07:00</updated><title type='text'>Mimpi Buruk</title><content type='html'>tiba-tiba dia datang, seperti angin. menampar kesadaranku atas ketiadaannya selama beberapa bulan ini. dengan tas menyatu di punggung dia berkata :&lt;br /&gt;"harusnya aku mendapatkan sambutan yang lebih hangat dari sekedar salam"&lt;br /&gt;dan harusnya aku juga mendapatkan penginapan yang lebih dari losmen ini” sambungnya sinis mengomentari semua yang sudah aku siapkan secara mendadak.&lt;br /&gt;”Ini akhir bulan sayang, kau tahu persis keadaanku!!”&lt;br /&gt;Akh..kapan sih kau tidak pernah bokek “ Keluhnya persis didepan kamar hotel.&lt;br /&gt;Tanpa sepatah kata aku langsung memutar kunci kamar.&lt;br /&gt;Sesaat ku lihat dia memandang nanar dan menelusuri satu persatu keadaan kamar yang akan ditempati dalam 2 hari ke depan.&lt;br /&gt;“lumayan untuk pengusir lelah” ucapnya sambil meletakkan tas diatas meja.&lt;br /&gt;setelah puas memeriksa, dia menuju kamar mandi. Entah apa yang dia lakukan disana, lima belas menit kemudian dia keluar dengan handuk terlilit dikepala.&lt;br /&gt;”Setelah ini biarkan aku menemui seseorang”...jelasnya&lt;br /&gt;Dan aku hanya mengangkat bahu sebagai tanda terserah.&lt;br /&gt;Satu jam berlalu dengan keheningan. Aku sibuk dengan pikiranku sendiri, dia sibuk menulis sesuatu di laptop.&lt;br /&gt;Diam-diam aku perhatikan dirinya. tujuh bulan tanpa kabar dia sudah banyak berubah. Sikapnya tak lagi manis, tak ada senyum diwajahnya, setiap kata yang dia ucapkan terasa getas di kuping. Menusuk harga diriku sebagai lelaki.&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja dia memalingkan muka ke arahku. Seperti mengetahui aku sedang memperhatikannya, dia pun mendongak ke arahku.&lt;br /&gt;”ada yang aneh dengan wajahku?”&lt;br /&gt;Sejenak aku memandangnya sebelum memalingkan muka. Sejak aku jemput di stasiun tugu tadi pagi, sikapnya memang mengesalkan. Biasanya setiap bertemu aku akan menyambutnya dengan pelukan dan ciuman sayang di pipi, namun tadi pagi saat aku hendak memeluk dan menciumnya dia menghindar. Juga waktu aku gandeng tangannya, dia menepis tanganku. Aku tahu dia kesal dan marah karena sikapku yang akhir-akhir ini tak peduli padanya.&lt;br /&gt;”tujuanku ke yogya karena ada urusan yang harus aku kerjakan. Sedang bertemu dengan kamu adalah bonus lain yang bisa aku dapatkan” demikian kalimatnya menjelaskan sewaktu kami berdua berkomunikasi lewat sms 3 hari lalu .&lt;br /&gt;Ini adalah pertemuan kedua setelah pertemuan kami di awal februari.&lt;br /&gt;”jadi masih tidak mau cerita tujuan kamu kesini sebenarnya” tanyaku memecah keheningan.&lt;br /&gt;”buat apa? Toh selama tujuh bulan ini kamu juga tidak peduli dengan perasaanku. Jadi jangan urusi masalahku” jawabnya ketus&lt;br /&gt;Sisa kemarahan masih terlihat di wajah manisnya. Lalu dia pun kembali sibuk dengan dunianya sendiri. Asyik mengobrol dengan teman-temannya didunia maya. Hotel ini memang menyediakan hot spot, jadi di dalam kamar pun kami bisa mengakses internet.&lt;br /&gt;”jam berapa dan dimana kamu bertemu dengan teman kamu”&lt;br /&gt;”bukan urusan kamu” jawabnya singkat&lt;br /&gt;Bosan dengan perlakuannya, lantas aku pun mulai menyalakan tv. Tidak ada acara yang menarik. Semua chanel menayangkan sinetron khas remaja dengan tema cinta yang dangkal. Cinta? Jujur saja, aku masih sangat menyanyangi gadis didepanku ini. Walaupun dengan sikap yang menjengkelkan seperti sekarang, namun aku bersyukur dia masih disampingku. Begitu sering aku mengecewakan, menyakiti hati dan membuat dia menangis, namun dia masih saja setia. Walaupun aku tahu tidak sedikit kumbang yang berusaha mendekatinya, tetapi sampai sekarang dia masih memilih untuk mendampingiku. Dulu setiap aku menghilang, dia akan mencariku. Menelfon ke semua teman dan relasiku yang dia kenal hanya untuk mengetahui keberadaanku. Perhatian dan sayangnya begitu tulus dan begitu nyata aku rasakan walaupun kami berjauhan. Aku di yogyakarta, sedang dia di jakarta. namun hal itu tidak menghalangi kisah asmara kami. Tidak ada waktu yang wajib bagi kami untuk bertemu melepas rasa kangen dan rindu yang datang menggoda. Bisa satu atau dua bulan sekali kami saling berkunjung. Walaupun dia yang lebih sering datang ke yogya menemui aku. dan kali ini, dia datang tapi bukan untuk menemuiku. Juni kemarin tepat di hari ulang tahunnya aku mengecewakanya lagi. Aku tak bisa datang, padahal aku sendiri yang berjanji akan ke jakarta untuk merayakan hari bahagianya berdua. Dia marah besar dan kecewa.&lt;br /&gt;Hanya kalimat pendek yang dia kirimkan lewat sms ”aku lelah dengan semua ketidakpedulianmu. Jangan salahkan bila hatiku tak lagi untukmu”&lt;br /&gt;Sejak itu sikapnya berubah. Tak ada sms, telfon, email bahkan obrolan di dunia maya. Dia tiba-tiba menjauh. Dia menghilang. Sampai tiga hari kemarin datang sms yang mengabarkan dia akan datang dan meminta aku membooking kamar hotel. Jam di dinding menunjukkan pukul 4 sore. Bosan dengan acara tv, aku pun lantas beranjak dan mengambil jaket seraya berkata&lt;br /&gt;”aku mau keluar. Kamu titip apa?” hening sesaat.&lt;br /&gt;”nggak ada” jawabnya tanpa memandang dan aku pun berlalu.&lt;br /&gt;Perasaanku masih kacau saat keluar dari hotel. Aku menuju ke warung kecil pinggir jalan.&lt;br /&gt;”dji sam soe satu bungkus” kataku kepada pemilik warung. Setelah menyerahkan uang lalu aku pun duduk di bangku kecil yang ada di warung tersebut.&lt;br /&gt;Aku mulai menyalakan rokok dan ku hisap dalam-dalam. Berpikir! Namun,Tiba-tiba hp ku bergetar. Ada pesan masuk dan rupanya dari dia.&lt;br /&gt;Sender: Ame&lt;br /&gt;Aku di box 4 warnet dekat hotel. Kamu bisa kesini sekarang. Penting!&lt;br /&gt;aku membuang puntung rokok yang tersisa. Dia paling tidak tahan dengan bau rokok. Dia tahu betul bahwa aku tidak bisa tidak merokok dalam sehari, namun dia masih mentolerir. Katanya ”kamu boleh merokok asalkan saat tidak bersama aku”&lt;br /&gt;Segera aku menuju warnet yang jaraknya tidak jauh dari warung tempatku duduk. ”Siapa tahu saja setelah ini sikapnya akan berubah Kembali menjadi ame yang manis, lembut dan perhatian”pikirku&lt;br /&gt;Sesampai di warnet aku langsung menuju box 4. Belum sempat aku menanyakan ada apa, tiba-tiba dia berkata ”ambilkan laptop yang tertinggal di kamar. Ada data yang yang tertinggal dan harus segera aku kirim”&lt;br /&gt;Geram. Itu yang aku rasakan. Sejak pagi aku sudah bersabar menghadapi sikapnya yang menjengkelkan dan sekarang dia memperlakukan aku seperti kacung. Tanpa sepatah kata, aku lantas menuju hotel. Sesampainya dikamar, aku lihat laptop ame masih menyala dan emailnya masih belum sign out. Penasaran aku mengeceknya dan aku temukan satu folder bernama rahasia. Kubuka dan ternyata semuanya berisi kiriman email dari satu orang. Salah satu emailnya berjudul our picture, lalu aku mengkliknya dan setelah menunggu loading akhirnya seluruh email itu bisa terbuka dan ku lihat ame dengan seorang cowok berpelukan mesra,mereka tersenyum dan tertawa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Agustus 2007 -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33780492-3550974855337493981?l=rumahsinggah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/feeds/3550974855337493981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33780492&amp;postID=3550974855337493981' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/3550974855337493981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/3550974855337493981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/2009/01/mimpi-buruk.html' title='Mimpi Buruk'/><author><name>AmaH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33780492.post-1390510171111262248</id><published>2008-08-23T10:50:00.001+07:00</published><updated>2008-08-23T10:58:43.686+07:00</updated><title type='text'>Teras Sawah</title><content type='html'>Bagi sebagian warga Dusun Tanggeran yang hidupnya dari bertani, musim panen adalah masa-masa yang menggembirakan. Dimana mereka mendapatkan hasil atas jerih payah yang telah mereka lakukan selama 3 bulan. Dari mulai membajak, menanam padi, menyiangi gulma, mengaliri persawahan agar tidak kurang air dan jika padi telah menguning pun petani masih saja disibukkan dengan kegiatan mengusir burung. Senja di dusun ini sangat indah, hamparan kuningnya padi bagai lautan emas, semilir hembusan angin, gemericik air, kicau burung membuat aku lupa akan kepenatan setelah menghadapi ujian akhir semester. Di gubug kecil inilah biasanya aku menikmati senja, berhenti sejenak dari rutinitas, sekedar melepas lelah, merefresh cerebelium otak, pada setiap sore, selama kepulanganku dari kota pelajar. Uniknya lagi sawah di desaku ini mempunyai nama. Nama yang disesuaikan dengan letak dan peristiwa yang menyertainya. ada sawah kidul karena terletak di sebelah selatan dusun, sawah wetan, sawah lor dan sawah kulon. Ada juga sawah kaget karena salah satu penduduk desa dulu meninggal terkena sambaran petir, sawah jamban karena ada sungai kecil yang oleh penduduknya dijadikan tempat buang hajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara anak-anak sebayaku di dusun ini, Aku mungkin salah satu anak yang beruntung bisa meneruskan pendidikan ke jenjang kuliah. Karena selepas smu biasanya anak2 dusun ini langsung ke kota jakarta untuk membantu perekonomian orangtuanya masing-masing. Namun Bapak dan ibu bersikeras menyuruh aku meneruskan sekolah.&lt;br /&gt;”biar jadi orang” demikian kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mengerti betul kesulitan yang dihadapi bapak dan ibu. Dengan sawah seluas 300 m3 bagaimana mungkin beliau mencukupi kebutuhan sehari-hariku. Terlebih harus membayar uang kost perbulannya. Maklum saja, dusun ini berada di wilayah jawa tengah dan untuk mencapai kota yogya dibutuhkan 7 jam perjalanan. Oleh karena itu, disela-sela waktu belajar aku kerja part time jadi CS pada salah satu perusahaan internet dan terkadang mengirimkan tulisan ke berbagai surat kabar. Dari gaji kerja sambilan dan tulisan itulah aku mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan uang kost perbulannya.&lt;br /&gt;”sudah sore nduk. Ayo pulang”&lt;br /&gt;Teriakan bapak membuat aku tersadar dari lamunan panjangku. Akh! Rupanya senja enggan berada di peraduannya dan malam pun telah siap menggantikan kedudukannya. Dan aku pun beranjak meninggalkan gubuk, hamparan padi, gemericik air dan semilirnya angin.&lt;br /&gt;”jadi semua berapa bayarnya?” tanya bapak saat aku, ibu dan adikku berkumpul di ruang keluarga setelah sholat isya.&lt;br /&gt;”900 ribu pak. Itu sudah spp dan per sks”&lt;br /&gt;Bapak Cuma diam membisu.&lt;br /&gt;”tapi bisa di cicil kok pak. 2x”&lt;br /&gt;Aku lihat bapak mengeriyitkan dahi, seperti sedang berpikir keras, dengan lirih beliau berkata ”panen kemarin hasilnya buat makan. Itu saja dapat sedikit, soalnya habis dimakan tikus. Lik harjo saja panen kali ini gagal total. Sawahnya diserang tikus.doakan saja sawah wetan selamat. Nanti uangnya buat bayar kuliah kamu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam. Memang, akhir-akhir ini banyak warga dusun balapusuh mengeluh tentang gagal panen akibat tikus. Padahal dulu sangat jarang terdengar tikus menyerang persawahan dan memakan habis padi. Tapi bisa jadi semua itu akibat dari keserakahan warga. Lihat saja, hutan yang mengitari dusun menjadi gundul. Hutan yang dahulu terlihat sangar dan angker saking lebat dan banyaknya pohon kini menjadi gundukan tanah berwarna coklat. Tak ada satu pun pohon yang berdiri disana. Tidak ada pepohonan yang tersisa. Ular, celeng dan semua penghuni hutan diburu dan dibunuh. Aku rasa, warga dusun telah menjadi tidak peduli dan semena-mena terhadap alam. Keseimbangan alam dan binatang menjadi terganggu.&lt;br /&gt;”lagipula, orang-orang yang biasa menuai padi sekarang susah diatur”sambung bapak meneruskan perkataannya.&lt;br /&gt;”memangnya kenapa, pak”&lt;br /&gt;”banyak dari mereka yang ”nerasi sawah”&lt;br /&gt;”Nerasi sawah?”&lt;br /&gt;”iya, belum ada deal sama tukang tebasnya tahu2 sawah sudah di panen bagian pinggirnya, sebagai pertanda itu wilayah dia”&lt;br /&gt;”kok bisa”&lt;br /&gt;”nggak tahu. Padahal itu merugikan pemilik sawah. Soalnya harga tebasan akan turun. Tapi kadang mereka disuruh sama tukang tebas untuk nerasi sawah.”&lt;br /&gt;”curang kalau gitu pak. Kenapa nggak lapor lurah”&lt;br /&gt;”sudah. Tapi nggak ada tindakan apa apa. Lurahe leda-lede.&lt;br /&gt;”kasihan si wagiman. Dia rugi besar. Belum ada deal tiba-tiba saja sawahnya sudah diterasi. Akhirnya dia terpaksa setuju dengan harga yang ditawarkan tukang tebas”&lt;br /&gt;Tiap musim panen, sudah dapat dipastikan akan banyak tukang tebas yang tiba-tiba jadi sering mampir ke rumah pemilik sawah. Sekedar memastikan hasil panennya sudah ada yang menawar atau tawar menawar harga. Tapi biasanya pemilik sawah sudah mematok harga, tinggal tukang tebasnya setuju atau tidak dengan harga yang diajukan. Ada juga tukang tebas yang curang menyuruh orang-orangnya menerasi sawah yang mau dipanen. Hal ini bertujuan agar harga yang ditawarkan bisa turun sehingga dia untung gede. Dua minggu sejak obrolanku dengan bapak, rumah mulai ramai. Tukang tebas mulai sibuk melancarkan aksi rayuannya agar bapak menjual hasil panen dengan harga murah. Pagi, siang, sore dan malam mereka tiada hentinya datang bertamu. Bapak belum memberikan penawaran harga. Waktu aku tanya sebabnya, bapak menjawab ”satu minggu lagi baru dipanen”. Sama seperti sore sebelumnya, saat ini pun bapak sedang menerima tamu. Namanya Pak Hudi, salah satu tukang tebas dari dusun tetangga. Perawakannya sedang, berumur sekitar 50 tahun, wajah oval, berkumis tipis dan berpeci. Sudah dua minggu ini pak hudi gencar melakukan penawaran. Saat mengobrol suaranya sampai ke dapur, jadi aku tahu isi pebincangan mereka. Rupanya bapak sudah menentukan harga jual padinya. Dan pak hudi menawar 500 ribu lebih rendah dari harga penawaran. ”2 juta pak hudi. Kalau bapak tidak mau tidak apa-apa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, pak hudi berpamitan. Wajahnya tak menunjukan reaksi apapun. Aku langsung menemui bapak dan menanyakan apa yang terjadi. Bapak menjelaskan semuanya. Bapak bilang, pak hudi menawar satu juta lima ratus ribu. Dan bapak belum memberikan kata setuju sambil menunggu tawaran yang lain. Besoknya terjadi kegemparan. Dari halaman, aku melihat uwak barso tergopoh-gopoh masuk rumah, mengetuk pintu sambil memanggil nama bapak lantas tanpa dipersilahkan duduk dikursi teras, wajahnya menunjukan ketidaksabaran. Tak lama bapak pun muncul. Mereka berbicara serius. Dan beberapa menit kemudian aku lihat wajah bapak berubah cemas dan pasrah. Sesuatu yang buruk tengah terjadi” pikirku. Tanpa menunggu lama aku pun masuk rumah dan ku lihat ibu duduk pasrah di kursi ruang makan. Seperti mengetahui pikiranku, ibu lantas berkata ”sawahnya sudah diterasi tadi subuh oleh orang2 suruhan pak hudi” Dan pagi pun mendadak mendung di dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- October 2007 -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33780492-1390510171111262248?l=rumahsinggah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/feeds/1390510171111262248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33780492&amp;postID=1390510171111262248' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/1390510171111262248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/1390510171111262248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/2008/08/teras-sawah.html' title='Teras Sawah'/><author><name>AmaH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33780492.post-161249833932036624</id><published>2006-12-08T16:42:00.000+07:00</published><updated>2006-12-08T16:44:47.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Cerita di Balik Hotel Mercure</title><content type='html'>dipojok hotel mercure siang itu sewaktu coffe break pertama, akhirnya aku memberanikan diri untuk mengeluarkan semua unek-unek dan kejengkelan yang dua minggu terakhir ini menyelusup di hati. ketidaksukaan yang aku redam dengan alasan persahabatan. tapi atas nama persahabatan dan kasih sayang yang sudah tercipta diantara kami berdua itulah saya memaksakan diri untuk bicara dari hati ke hati.&lt;br /&gt;entah ada apa dengan sahabat saya ini. dia menjadi sosok yang lain dimata saya. dua tahun saya dekat dengannya menjadikan saya paham, seperti apa dia sebenarnya. tapi, dua bulan ini dia menjadi orang asing, bersikap misterius dan puncaknya menjadi berani. syukur kalau berani dalam kebaikan, sudah pasti akan saya dukung seratus persen. lha ini..&lt;br /&gt;"saya sebal dengan tingkah laku kamu akhir-akhir ini" cerocos saya memulai pembicaraan. tapi bukan karena saya iri karena kamu dekat dengan cowok itu" lanjut saya.&lt;br /&gt;"sebalnya kenapa"&lt;br /&gt;"kamu jadian sama Andre?"&lt;br /&gt;"ndak&lt;br /&gt;"bohong" ucap saya dalam hati. orang awam pun akan tahu kamu sedang jatuh cinta. mata yang berbinar, sedikit-sedikit melakukan kontak telpon bahkan waktu di toilet. itu yang namanya ndak jadian?&lt;br /&gt;"kalau ndak kenapa kamu sekarang sering tidur di kos dia? bahkan semalam pun sesudah kita meeting kamu lebih suka pulang ke kos dia daripada kos sendiri. saya tahu, pintu pagar kos kamu akan terkunci tepat jam 9 malam. dan saya pun sudah menawarkan diri agar kamu menginap di rumah tapi keburu ditolak"&lt;br /&gt;"entahlah" jawabnya&lt;br /&gt;"lalu, gimana kabar Dion"&lt;br /&gt;"baik"&lt;br /&gt;"saya memang tidak berhak ikut campur urusan kamu, tapi tolong jangan khianati Dion. saya tidak akan cerewet andai kamu sudah tidak ada hubungan dengannya. kamu harus memilih antara Dion dan Andre"&lt;br /&gt;"saya bingung. Andre tahu saya punya Dion. tapi dia memaksa saya jalan dengannya"&lt;br /&gt;"kamu harus tegas!!"&lt;br /&gt;sahabat saya ini dari dulu memang plin-plan. jangankan dalam hal memutuskan. untuk hal sepele, semisal mencari tempat makanpun dia sering kali berubah-ubah. sebentar ingin makan bakso, dua menit kemudian jadi lele penyet, dan bisa lagi berubah menjadi steak. dan sudah sering pula saya menjadi marah atas sikapnya itu.&lt;br /&gt;"aku nggak mau kamu menyakiti orang"&lt;br /&gt;dikhianati? ya, saya pernah mengalaminya. dan saya tahu persis bagaimana rasanya. terlebih dikhianati oleh orang yang kita sayang. hampir lewat dua tahun. tapi sakit itu tak juga hilang dari sudut hati dan sel-sel kelabu otakku.&lt;br /&gt;selama 3 hari sejak perselingkuhan dia terbongkar, saya tidak bisa melakukan apa-apa. otak saya blank bahkan hanya untuk makan pun, saya harus dipaksa. &lt;br /&gt;tahun 2004, tahun dimana aku lewati dengan susah payah. kembali menata hati untuk menerima Dia. membangun kepercayaan yang porak poranda akibat pengkhianatan yang dia lakukan. membangun pondasi diatas luka yang dia torehkan. itulah sebabnya saya sangat membenci orang yang berani menyakiti hati orang lain.&lt;br /&gt;seperti tahu apa yang akan saya katakan, sahabat saya ini hanya manggut-manggut.&lt;br /&gt;"saya akan membicarakan dengan andre lagi, mba"&lt;br /&gt;"dibicarakan mulu dari dulu" sungutku&lt;br /&gt;terlihat sahabat saya hanya menunduk.&lt;br /&gt;"sudahlah" ucap saya sambil memeluk pundaknya.&lt;br /&gt;"kamu sudah gede, tahu mana yang benar dan salah. maaf kalau saya mencampuri urusan pribadi kamu. saya cuma ingin kamu tidak melakukan kesalahan yang akan kamu sesali, saya juga tidak mau kamu tersakiti. kalo kamu sakit, aku juga merasakan sakit. karena bagiku, kamu lebih dari sahabat. dan saat kamu salah langkah, aku wajib mengingatkannya. tidak peduli kamu suka atau enggak. lagian, kalau kamu kenapa-kenapa, bagaimana saya harus bertanggung jawab ke keluargamu."&lt;br /&gt;"iya mba, saya mengerti. terimakasih atas semuanya. tapi janji, kali ini saya akan membicrakannya lagi dengan andre"&lt;br /&gt;"yup. btw anyway ajay bajay. itu makanan mo sampe kapan kita diemin. yummy gitu. lagian perut dan keroncongan nih.eh, tadi pagi kamu dikasih sarapan nggak sama andre??"&lt;br /&gt;"igh..mba aya ini. pastinya dikasih lah"&lt;br /&gt;"syukurlah, berarti dia nggak pelit"&lt;br /&gt;"terus-terus, kalian ngapain aja semalaman. beneran nih tidur? mbok cerita gitu loh" ledek saya&lt;br /&gt;"yeee..wanna know ajah deh akh"&lt;br /&gt;langit terlihat cerah dari pojokan hotel mercure ini. secerah hati saya yang sudah melampiaskan ganjalan. semoga saja sahabat saya tidak melakukan kesalahan dan berani memilih satu diantara dua cowok itu. saat pandangan saya beralih terlihat sahabat saya sedang berjalan menuju tempat coffe break.&lt;br /&gt;"keeey..tunggu" kejar saya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33780492-161249833932036624?l=rumahsinggah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/feeds/161249833932036624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33780492&amp;postID=161249833932036624' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/161249833932036624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/161249833932036624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/2006/12/cerita-di-balik-hotel-mercure.html' title='Cerita di Balik Hotel Mercure'/><author><name>AmaH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33780492.post-116361469790819668</id><published>2006-11-16T01:17:00.000+07:00</published><updated>2006-11-16T01:18:17.916+07:00</updated><title type='text'>Sang Gadis dan Berajanya</title><content type='html'>Beberapa minggu ini Gadis mencoba bersikap tabah,sabar,tegar selalu tersenyum bila ada kesempatan. Untuk beberapa saat Gadis coba untuk tidak berkompromi dengan hati kecilnya,dan perasaan bersalah yang mendera hidupnya. Berpura-pura semua yang ada disekitarnya terlihat normal dan berjalan seperti biasa.Tapi disaat sendirian sang gadis pun akan teringat semua hal yang menyelimuti dirinya,semua dosa kecil yang telah dia lakukan. yang membuat dada gadis sesak penuh rasa amarah, sebal,benci,sayang juga cinta dan nelangsa. Dalam kekalutan itupun terbersit kata,"aku ini manusia biasa bukan tuhan ataupun malaikat yang harus selalu baik.aku bisa juga melakukan kesalahan tapi aku juga harus mengambil pelajaran dari kesalahan yang aku buat". Kalo memang aku sedih dan pengen menangis harusnya aku menangis biar lega..walaupun dengan tangisan takkan menyelesaikan masalah. &lt;br /&gt;Yah,gadis hanya ingin mencintai dan dicinta. Terlalu beratkan permintaan ini. Gadis pun tak ingin melukai sang dara yang ternyata menyayanginya. Antara gadis dan sang dara terikat satu perasaan sayang pada dia yang namanya tak bisa dieja. Jauh disudut hati sang gadis pun merasa terluka. Sakitnya terasa sampe pembuluh darah dan masih terasa ngilu. Semua perasaan gadis dia simpan rapat-rapat seorang diri. Perasaan bersalah masih sering hinggap dihari-hari gadis yang mencoba bersikap masa bodoh dan cuek, yah gadis harus bisa berdamai dengan hati dan memaafkan diri. Harus !!! walaupun susah teramat sangat. &lt;br /&gt;Karena gadis ingin tersenyum dengan tulus seperti sedia kala tanpa beban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis sedih kenapa harus ada bentangan selisih paham antara persahabatan? Gadis sedih kenapa harus ada kemurkaan dari bibit suatu kebaikan?? &lt;br /&gt;Gadis sedih kenapa harus jatuh cinta kala semua dia rasa lara ? dan , gadis sedih kenapa dia termakan khayalan, menyamakan yang di depan mata bak segala cerita yang pernah dia baca??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gadis membuang jauh pandangan. &lt;br /&gt;Hanya pepohonan dan teriknya siang &lt;br /&gt;Aku letih sekian lama bergulat sendiri. &lt;br /&gt;Aku tak sanggup menahan sakit nan kian nyeri. &lt;br /&gt;Kalau ada hujan yang tiba-tiba jatuh ke bumi, membagi kesegaran yang murni, kurasa bukan ditujukan pada diri. &lt;br /&gt;Tuhan &lt;br /&gt;Bukan maksudku mengumpat. &lt;br /&gt;Bukan dampak sesalku kumat &lt;br /&gt;Aku hanya manusia biasa. Tiada lebih. Tiada kurang. Selama ini tiada yang mampu menahan asaku. Tidak ada. &lt;br /&gt;Aku hanya ingin menerusi kebaikan, mencantumkan banyak kedamaian dan membambangkan kasih sesama. &lt;br /&gt;Tapi, kenapa jalanku dihadang?? Kenapa justru berkibar bendera perang? Atau aku yang harus mengalah? Tapi, aku juga punya harga diri. Harga diri yang tiada akan pernah bisa diusik. Apalagi di culik. Dan gadispun mengusap bulir bening yang tak tertahan jatuh ke tanah. Sekuatnya dia bertahan, akhirnya memang rohnya menyerah. &lt;br /&gt;Gadis LELAH. &lt;br /&gt;Ter a mat L E L A H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oktober 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beraja = kekasih = bintang jatuh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33780492-116361469790819668?l=rumahsinggah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/feeds/116361469790819668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33780492&amp;postID=116361469790819668' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/116361469790819668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/116361469790819668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/2006/11/sang-gadis-dan-berajanya.html' title='Sang Gadis dan Berajanya'/><author><name>AmaH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33780492.post-115786325946220133</id><published>2006-09-10T11:38:00.001+07:00</published><updated>2006-09-10T11:40:59.463+07:00</updated><title type='text'>Pohon Dan Daun</title><content type='html'>tulisan lama yang aku coba kenang kembali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friday, June 11, 2004 &lt;br /&gt;+ Pohon Dan DauN +&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kisah tentang daun, dia berharap dan ingin tinggal di sebuah pohon. dan sang pohon pun memintanya untuk tidak meninggalkannya. tapi..?? ada keraguan di hati sang daun, karena pohon itu pun masih mempertahankan "daun" yang lainnya. &lt;br /&gt;Pohon itu sering mengatakan pada daun kalau "daun" yang satunya itu hanya mempertahankan kedudukannya di dahan dan tak ingin tergeser oleh daun lain. tapi kenyataanya..sekian lama sang pohon belum juga memutuskan daun yang mana yang akan dipertahankan. &lt;br /&gt;terkadang hinggap di pikiran daun, benarkah apa yang pohon bisikkan dikala bersentuhan, bergesekan sewaktu tertiup angin, bercanda dan tertawa. atau itu hanya janji untuk menenangkan hati daun yang sedang gundah gulana?? atau untuk menutupi kebohongannya agar tidak terkena amukan badai dari daun. dan apa yang dikatakan pohon kepada "daun" yang satunya. sama atau juga harus berbohong demi kebaikan dirinya. &lt;br /&gt;saat ini pohon meminta daun untuk bersabar, berdiam dan bertahan. tapi sampai kapan?? kadang daun berpikir untuk menyerah, tak tahan daun harus menanggung luka dan ketakpastian dalam harinya. tapi ketika akan menyerah, begitu banyak dukungan dari sahabat pohon yang menyarankan daun untuk menunggu dan bertahan. menunggu akan apa pikir daun. menunggu pohon menyakiti lebih dalam?? atau menunggu angin hangat nan lembut yang akan membawa daun terbang.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Notes : Daun terbang karena angin bertiup atau karena pohon tidak memintanya untuk tinggal ???.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33780492-115786325946220133?l=rumahsinggah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/feeds/115786325946220133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33780492&amp;postID=115786325946220133' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/115786325946220133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/115786325946220133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/2006/09/pohon-dan-daun_10.html' title='Pohon Dan Daun'/><author><name>AmaH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33780492.post-115742679996811004</id><published>2006-09-05T09:55:00.001+07:00</published><updated>2009-01-15T13:57:05.824+07:00</updated><title type='text'>Dilema Dua Hati</title><content type='html'>Ada yang tak bisa kumengerti! jika hidup adalah misteri, mungkin saat ini Tuhan sedang mengujiku dengan keajaibannya. jika pertemuan dan perpisahan adalah bagian dari hidup. kenapa saat ini aku mengalaminya pada saat yang bersamaan? tapi kenapa dia? dan bukan yang lain?&lt;br /&gt;kenapa aku harus bertemu dengannya dan 2 minggu lagi dipisahkan jarak dan waktu. amboi..pedih niah jika ku ingat hal itu. pintu kebahagiaan karena bersua dengannya telah tertutup lagi. namun kiranya, rahasia Tuhan tak hanya berlaku dengan takdir perjumpaan dan perpisahan. tapi kenyataan pahit yang harus aku telan. yah..dia calon pastur? sedang aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perjumpaan Pertama, Yogya 19 April 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lina menyambut kedatanganku dengan ramah dan langsung memperkenalkan aku dengan semua orang yang ada disana.&lt;br /&gt;"kenalin nih temen gue, sinta. dia udah lama gabung dikomunitas kita dan dia satu-satunya orang yang ada di Yogya"&lt;br /&gt;satu persatu aku menyalami mereka.ada mba vita yang cueknya setengah hidup, hany yang manja, ari yang centil, yuga yang pendiam, indra yang jenggotnya bikin ga kuku dan gak nana, dan Bram sang primadona wanita.&lt;br /&gt;Dari tatapan mata, bahasa tubuh, percakapan, dan keisengan malam itu semua bermula. tak ada rencana, tak ada sebab, tak ada karena juga alasan semua terjadi. tadinya aku tak mengenal dia, begitupun sebaliknya. berasal dari komunitas yang berbeda tapi disatukan oleh alasan kemanusiaan. yah..hari itu pertama kali berjumpa. tak ada desir-desir aneh yang merambat ke ulu hati, tak ada tatapan mesra yang tertuju padanya. bagiku dia hanya oase biasa dan tak ada yang istimewa. tapi herannya, semua perempuan yang ada dikelompokku begitu care dan menspesialisasikan dia diantara cowok lainnya. kuakui ada perasaan sebel terhadapnya walau tak ku tampakkan. seolah-olah dia raja yang dikelilingi oleh para harim. huh!!&lt;br /&gt;tak ku hiraukan tatapan matanya yang selalu tertuju padaku, bahkan terkadang aku balas memelototinya. semua yang dia lakukan ku anggap angin lalu dan tak berbekas. tapi dasar lelaki, usaha dia tak berhenti sampai disana. sampai saat senja datang, dia berjalan tertatih karena bisul yang ada dikakinya baru saja dipecahkan oleh para bidadari yang mengekornya. dia pun duduk terkulai lemah disampingku yang sedang membaca komik.&lt;br /&gt;"sudah merasa baik?" tanyaku&lt;br /&gt;"lumayan, baca apa kau"&lt;br /&gt;"komik polaris" jawabku sambil terus melanjutkan membaca. dan tak kuhiraukan lagi kehadirannya disampingku. dan entah kenapa, tiba-tiba saja dia merebut bacaanku sambil melemparkannya ke rak yang ada didepan.&lt;br /&gt;"hei..apa apan kamu mas?" sungutku. diapun cuma tertawa sambil terus berjalan menuju ruang tengah. huh!! dan jailnya tak berhenti sampai disana.&lt;br /&gt;hal-hal kecil yang ternyata mampu menyedot perhatian aku tertumpah padanya. mencuri seluruh tatapan mataku untuknya. "sial" rutukku. tapi setelahnya timbul keakraban, pengertian, pemahaman yang begitu saja terjadi.&lt;br /&gt;hari kedua dan selanjutnya, aku dan dia selalu ada bersamaan. bahkan dari makan aku yang mengurusnya. tidak jarang saat larut malam dan dia kelaparan tanpa segan dia membangunkan aku untuk dibuatkan semangkok mie.&lt;br /&gt;"ku persembahkan semangkok mie rasa cinta kasih" ledekku&lt;br /&gt;dan lalu aku menemaninya makan, mengobrol hingga rasa kantuk yang pergi datang lagi. tapi ternyata keakraban yang terjalin diantara kita berdua mendapat banyak sorotan negatif dari teman-teman yang lain. dan pada hari terakhir didusun itu tanpa dikomando lagi, aku dan dia sama-sama menahan diri untuk saling tidak berdekatan satu sama lain. sejak itu hanya sms lah satu-satunya komunikasi yang ada diantara kita berdua. Karena kita berada di dua kota yang lumayan berjauhan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Perjumpaan kedua, benteng Vredeburg.Yogya 27 April 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam sudah larut saat hp ku berbunyi dan dengan mata masih terpejam ku buka dan terlihat ada sms masuk. Hmm.. ada satu message.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bram_koe&lt;br /&gt;"say..besok ke yk. ketemuan ya.sebelum balik ke jerman.temeni cari literatur n keliling bersama u. ok"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ok mas. Kabar kabari aja kalo sudah sampe. Besok ada di lab sampe jam 2. ketemu di depan benteng jam 3 sore. Abis itu mas mo kemana daku anter deh"&lt;br /&gt;Lalu send…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih hari yang sama jam 3 sore&lt;br /&gt;15 menit aku menunggu di tempat yang sudah disepakati, tapi dia belum nongol juga. bahkan sekedar pemberitahuan telat pun tidak ada. Padahal dia sendiri yang meminta kalau lebih dari jam 3 berarti gak jadi. Tiba tiba ringtone hp tanda ada sms berbunyi&lt;br /&gt;"say, rada telat. Masih nunggu tho? Sory..bentar lagi sampe kok. Pakai pakaian apa? N duduk dimana"&lt;br /&gt;"masih. Biru n didepan monumen." Lalu send...&lt;br /&gt;tak berapa lama hp ku bunyi lagi.&lt;br /&gt;"look at u`re behind."&lt;br /&gt;seketika kepalaku menengok ke belakang. Dan kutemukan wajah innocentnya disana.&lt;br /&gt;"hai.." sapaku&lt;br /&gt;diapun hanya tersenyum sambil melebarkan tangan berniat memberi pelukan.&lt;br /&gt;"wew..jangan! nggak bole ok!" elakku. So mo kemana kita?&lt;br /&gt;Dan diapun menjelaskan rencananya. Taman budaya, bentara budaya, makan di mr burger (tempat favorite ku), nonton film di 21 Plaza Ambarukmo, makan di angkringan stasiun tugu, naik becak, terakhir warnet. Waktu menunjukkan pukul 12 malam saat kita berdua sampai dirumah.&lt;br /&gt;Paginya dia bilang kalau akan bertemu dengan arma. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba ada rasa perih didadaku. Tapi aku paksakan juga untuk tersenyum.&lt;br /&gt;"ok, aku anter kamu ke kos indra. Baru dari sana aku lanjut ke Lab"&lt;br /&gt;setengah jam perjalanan, sampai juga di kos indra. Niatnya setelah berbasa basi aku mau melanjutkan perjalanan ke lab, tapi dia mencegahnya.&lt;br /&gt;"tinggal disini say, aku masih ingin berlama-lama denganmu. Pliiss"&lt;br /&gt;"tapi mas, gak bisa"&lt;br /&gt;"please..” dia pasang tampang memelas..yang gak kuasa aku menolaknya&lt;br /&gt;"ok. But just for today. Not tomorrow"&lt;br /&gt;"nah gitu dunk..asyiik"&lt;br /&gt;hari yang indah, dan tak akan terganti setiap kepingan kenangan itu. Walau aku tahu hasil akhirnya bagaimana. Tapi setidaknya aku bahagia. Kami bisa membohongi orang lain, tapi kami tak bisa berbohong tentang perasaan yang ada.&lt;br /&gt;======&lt;br /&gt;Dia, calon Frather. orang suci. pelayan Tuhan. dia menginginkan dirinya melayani Tuhan seumur hidupnya. sungguh cita-cita yang mulia, yang tidak semua orang mampu melakukannya. tapi..kenapa masih ada nafsu di hatinya? Kenapa dia masih memelihara hasrat untuk bercinta? Bukankah seorang pastur dilarang keras menikah? Melupakan hal yang berbau duniawi. Bagi seorang frather pengabdian pada Tuhan adalah yang utama. Dan aku sangat-sangat mendukungnya. Aku harus menghormati keputusannya.&lt;br /&gt;beribu kenapa berseliweran di ujung kepalaku ini? Begitu banyak diskusi yang telah dilakukan berdua.tentang budaya, sastra, politik, ekonomi. tapi ketika aku ajak bicara tentang agama, dia menolaknya dengan halus.&lt;br /&gt;"kenapa" tanyaku..&lt;br /&gt;tidak apa apa sayang..&lt;br /&gt;"kenapa takut mas. toh kita pada akhirnya akan berjalan di rel kita masing-masing. aku dengan agamaku, kamu dengan agamamu"&lt;br /&gt;"aku tak akan melarang dan mencegah apa yang sudah kamu putuskan jauh sebelum bertemu denganku. Aku Cuma memastikan. Kita berdua akan terluka, kau tahu itu"&lt;br /&gt;dia hanya diam membisu,dan aku pun tak memaksanya. Selalu seperti itu..&lt;br /&gt;pernah dalam sms aku menanyakan&lt;br /&gt;"kenapa aku? Padahal banyak cewek disekitar kamu"&lt;br /&gt;"aku damai dan nyaman saat bersamamu. Walau perkenalan kita singkat, aku tak tahu kenapa perasaan ini hanya tertuju padamu. Aku menyukaimu secara keseluruhan dan totalitas kehadiranmu. Bukan parsial seperti wajah, senyum, perhatian, dll."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam aku bercermin. Kegiatan yang biasa aku lakukan setiap kali resah. mencoba mendapatkan jawaban atas semua yang menimpaku..&lt;br /&gt;Yah, singkat..bahkan teramat singkat. 2 minggu dan aku sudah jatuh cinta padanya. Tapi benarkah ini cinta? Love at the first sight kah?? Atau ini hanya sekedar rasa empati yang berlebihan. Akh, entahlah. Aku mencoba menjalaninya..tapi semua harus diakhiri..secepatnya..sebelum ada luka yang menganga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sementara itu nun jauh disana..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dia gadis manis berjilbab, lincah, bersahabat dan murah senyum. Seperti tak ada beban dipundaknya. Sikap dingin dan ketenangannya memabukkan. Bersamanya ada kedamaian yang diam-diam merasuki jiwa dan hatiku. Perasaan yang tidak pernah aku alami saat bersama gadis manapun. Tapi kenapa dia?&lt;br /&gt;Tuhan, maafkan aku. Aku tak bisa membendung perasaan aneh ini. Perasaan yang menjalari seluruh urat nadi. Perasaan tak mau sedetikpun melepaskan pandangan darinya, melihat senyuman yang terukir diwajahnya.&lt;br /&gt;Dia tak pernah mempersoalkan masalah keyakinan, bahkan dia sangat mendukung keputusanku untuk menjadi pelayanMu. Sudah ku coba menghindar, tapi tak bisa. Bahkan, saat inipun aku ingin bersamanya. Menikmati malam indah seperti waktu itu. Maafkan aku Tuhan, tapi apakah salah memiliki perasaan indah ini?&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi pelayanMu, tapi disisi lain aku tak ingin kehilangan dia. Gadis jilbab ku yang anggun dan mungkin ada 1 diantara 1000. Kau tahu kan, dia memberiku puisi yang sangat indah.&lt;br /&gt;"ingin ku kenangkan semerbakmu&lt;br /&gt;setiap kali disapa rindu&lt;br /&gt;tapi tidak!!&lt;br /&gt;Aku pejalan sejati, senantiasa pergi&lt;br /&gt;Tapi boleh kau percaya, semerbakmu abadi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau juga tahu, dia merahasiakan perasaannya. Dan dia juga sangat mengerti, bahwa ikatan yang terjalin akan terlepas simpulnya sekuat apapun diikat. Karena aku sudah menjadi milikMU sepenuhnya. Seperti puisinya yang lain, aku pun akan mengambil jalan yang sama. Berat memang, tapi harus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++"sungguh, api cinta telah kuasai ini jiwa&lt;br /&gt;datang menyisip pada hati yang hampa&lt;br /&gt;namun,&lt;br /&gt;++kala mata air telah ku temukan&lt;br /&gt;++api yang berkobar pasti akan ku siram"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan yang singkat, namun menumbuhkan cinta, sayang dan pengertian yang teramat dalam. Ada luka yang akan terbawa, banyak kenangan yang tak akan terganti. Setelah ini entah kapan akan berjumpa dengannya. Aku mengharapkan kebaikan untuknya. Selamanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandara SoekarnoHatta, 19 September 2006&lt;br /&gt;Perpisahan tak terelakkan, dan taqdir akan membawa mereka ke tempat seharusnya mereka ada. Tak ada sedu sedan, suara, dan kesedihan, namun tatapan mereka sarat makna. Tangan mereka menyatu erat. Saat terdengar pengumuman pesawat yang akan ke jerman sebentar lagi tinggal landas, mereka berpelukan untuk pertama dan terakhir kalinya..&lt;br /&gt;"selamat jalan mas.Saat kita berjumpa lagi, aku ingin melihat engkau telah menjadi seorang ROMO"&lt;br /&gt;"selamat tinggal, honey. Sesekali kenangkan aku"&lt;br /&gt;"pasti"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;++ bait-bait yang diambil dari buku dibawah naungan cinta&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33780492-115742679996811004?l=rumahsinggah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/feeds/115742679996811004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33780492&amp;postID=115742679996811004' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/115742679996811004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/115742679996811004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/2006/09/dilema-dua-hati.html' title='Dilema Dua Hati'/><author><name>AmaH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-33780492.post-115725720807823246</id><published>2006-09-03T11:14:00.000+07:00</published><updated>2006-09-03T11:39:54.686+07:00</updated><title type='text'>Perempuan Dalam Cermin</title><content type='html'>Yahoo messengerku masih menyala dan ada kata available terpampang distatusnya. Tapi yang ditunggu tak juga online. Malah id-id lain yang mengajak ngobrol. Maaf kalau kutanggapi setengah hati, karena bukan kalian yang aku tunggu "jerit hatiku..&lt;br /&gt;Zha, sosok misterius yang hampir 4 tahun ini dengan setia menemani malam-malam insomniaku lewat percakapan maya. Cowok tulen yang tinggal lama di negeri arab saudi sana. Bukan karena mencari rupiah demi menghidupi keluarga sehingga dia rela berjauhan dari Indonesia tanah kelahirannya. Tapi karena memang dia besar dan sekarang menetap disana. Zha, yang ngakunya pertama kali menangis dan membuka mata di kota buaya, berdarah blasteran jawa-timteng (timur tengah) dan selalu kangen akan bangsa kita tercinta ini. &lt;br /&gt;"kangen sama cewek-ceweknya juga" ucapnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;zha, yang katanya kepincut dengan id emailku yang lucu dan imut yang dia ketahui dari email temennya. Lalu sengaja dia mengadd. Masih teringat awal perkenalanku dengannya.&lt;br /&gt;"would you be my friend"&lt;br /&gt;"absolutly. But who are u. and where do u know my id"&lt;br /&gt;"I receive email from my friend and I found u there"&lt;br /&gt;"oic"&lt;br /&gt;"where are u now"&lt;br /&gt;"internet cafe, indonesia"&lt;br /&gt;"bah, bilang kek kalau dari indo. Kan bisa ngomong pake bahasa indo daripada inggris"&lt;br /&gt;"gabruks..bisa bahasa indo juga? :D" jawabku&lt;br /&gt;lalu obrolan pun dimulai. Dari ringan, lucu tapi menggigit, agak ringan, setengah serius sampai serius banget. Bukan Cuma itu saja, lama kelamaan obrolanpun mulai memasuki area pribadi. Yang biasanya kalau sudah sampe dalam tahap ini, aku biasa ngeles dan menghindar. &lt;br /&gt;4 tahun memang bukan waktu yang singkat untuk sebuah pertemanan, juga bukan berarti kalau diantara kami berdua sudah saling terbuka. Toh pada kenyataannya banyak yang dia belum tahu siapa aku sebenarnya dan begitu sebaliknya. Zha, menyangka sosokku adalah perempuan sempurna baik fisik maupun psikis. Katanya aku dikarunia wajah manis, suara merdu, baik budi, rendah hati juga galak. &lt;br /&gt;Dia bisa ngomong seperti itu karena dia sudah melihat wujudku dalam foto yang sengaja aku pampang di flickr, Friendster, hi5, dan masih banyak lagi. Dimana kami berdua memang saling berhubungan lewat dunia virtual secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Tapi aku, sampai detik ini pun belum pernah melihat sosok zha. Baik Friendster, hi5, dan sebagainya dia biarkan kosong tanpa picture. Pernah sekali dia menyebutkan ciri2nya yang katanya berkulit putih, berkumis tipis (di arab inilah yang membedakan antara lelaki dan perempuan selain cadar), dengan tinggi dan berat badan yang proporsional, tidak kurus juga tidak gemuk, rambut ikal. Tapi tetap saja itu semua tak cukup bagiku.&lt;br /&gt;Zha, sosok misterius yang selalu kutanyakan keberadaannya. Ntah maya atau nyata, tak ada yang tahu. Ku coba menelusuri satu persatu teman yang dia punya, namun akses untuk mendapatkan info dari mereka pun tertutup. Teman-temannya keburu curiga sebelum aku bertanya lebih jauh.&lt;br /&gt;Zha, lelaki yang pernah dengan amat serius ingin meminangku jadi pendamping hidup, menjadi ibu dari jundi-jundi kecilnya, mengurusi rumahnya, memberi senyuman terhangat dan termanis kala dia pulang kerja diwaktu sore. Katanya, dengan kelemah lembutan dan kesabaran yang ada, dia yakin anak-anak akan merasa aman dan nyaman serta terjaga masa depannya.&lt;br /&gt;Akh zha..sosok lelaki yang mampu membuatku terbawa terbang tinggi dan tak ingin kembali  ke bumi tempatku bernaung.&lt;br /&gt;Segala kesusahan, kesedihan, kecemasan, kebahagiaan sudah aku bagi dengannya. Ampuni aku jika sampai detik ini tak bisa berterus terang tentang sejatinya aku..&lt;br /&gt;Aku takut zha..setelah kau tahu, kau tak mau lagi berteman bahkan menyapa diriku. Itu satu-satunya alasan kenapa aku tak membuka diri.&lt;br /&gt;Tiba-tiba&lt;br /&gt;Buzz..&lt;br /&gt;"masyaAllah bikin kaget aja! "&lt;br /&gt;assalamualaikum As, sudah lama?&lt;br /&gt;"waalaikumsalam. Lama apanya?"&lt;br /&gt;lama onlinenya dong&lt;br /&gt;"alkhamdulilah iya. Pa kabar? Unta-untanya sudah pada tidur? :D"&lt;br /&gt;kamu ini as, ada ada aja&lt;br /&gt;"hahahahaha…kalau tuannya unta kok masih melek ya? Kan dah jam 2 pagi"&lt;br /&gt;say, beda sana sama sini 4 jam. Terang aja disini masih terang benderang. Baru jam 11 malam gitu loh&lt;br /&gt;"oia..lupa.."&lt;br /&gt;kangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennn as. Pengen ada disamping as deh&lt;br /&gt;"ealah.. :) "&lt;br /&gt;jawab dong, jangan cuma senyum&lt;br /&gt;assssss..........&lt;br /&gt;assss............&lt;br /&gt;assss........&lt;br /&gt;Dicuekin &lt;br /&gt;"ups..sory zha. Sambil ngeblog blogwalking"&lt;br /&gt;tuh kan disambi-sambi. Apa enaknya sih nge-blog gitu. Gak ada untungnya. Masih mending juga chat ma zha&lt;br /&gt;"yey..maunya kamu. Bentar yah..give me 10 minutes ok"&lt;br /&gt;ok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zha, maafkan aku. Nge-blog menjadi satu alasan untuk menghindari pertanyaan kamu lebih jauh. Aku takut zha..&lt;br /&gt;Ass…&lt;br /&gt;"iya, as disini. Whats wrong?"&lt;br /&gt;2 bulan lg aku ada tugas di KualaLumpur. Bisa tidak kita ketemu tuk membahas masa depan kita. Soal paspor nanti dibikin. Tinggal as bilang setuju nanti zha kirimin uang buat bikin.&lt;br /&gt;"hah...tapi?"&lt;br /&gt;kalau as setuju, dari Kuala Lumpur kita ke indo. Zha mo minta ijin sama ortu as&lt;br /&gt;"tapi..."&lt;br /&gt;kenapa tapi sayang? Nggak mau ketemu?&lt;br /&gt;"bukan itu zha. Perjumpaan bukankah itu yang as harapkan..tapi..tapi as takuut"&lt;br /&gt;takut karena apa&lt;br /&gt;"banyak hal yang zha ga tahu"&lt;br /&gt;makanya kasih tahu&lt;br /&gt;"maaf gak bisa..maafkan as zha. As pamit..wassalam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zha..maafkan aku. 2 tahun aku menutup diri dari yang namanya lelaki. Dan cuma pada kamulah as bisa sedikit berharap. Tapi ketika harapan itu datang, rasa takut menjadi lebih dalam. Takut nantinya kau kecewa, terluka...&lt;br /&gt;Yah zha, kau tidak tahu. Bukan hanya kau, tapi semua orang disekelilingku,Bapak, ibu, kakak, adik, sahabat semuanya tiada yang tahu rahasia ini. Rahasia yang tersimpan rapi.&lt;br /&gt;Saat itu bulan juli, saat dimana keperawananku direnggut dengan paksa oleh kekasihku sendiri. Lelaki dimana aku gantungkan impian membentuk keluarga sakinah, yang aku percaya sekaligus aku sayang tapi ternyata rasa sayang dan cintanya hanya sebatas nafsu.&lt;br /&gt;Jangan kau tanya bagaimana aku melawan? Sudah..sudah kulakukan semua selagi bisa untuk mempertahankan kehormatan. Tapi apalah daya, sekuat-kuatnya tenaga perempuan pastilah kalah dari tenaga lelaki. Demikian juga aku zha...&lt;br /&gt;Aku dilecehkan, aku dihina, dan tak ada lagi masa depan buatku.&lt;br /&gt;Dan ternyata, janji manis yang katanya mau mempertanggungjawabkan perbuatannya pun tinggal pepesan kosong. Karena tiba-tiba dia lari dengan cewek lain, meninggalkan aku zha..&lt;br /&gt;Aku bisa apa? Menangis sudah sering aku lakukan sampai-sampai air mata tak bisa keluar lagi. Mengejar dia? Aku sendiri tak tahu kemana rimbanya sekarang. Pasrah! Hanya itu yang bisa aku perbuat..menjalani hidup dengan senyuman..&lt;br /&gt;Itulah zha..kenapa aku tak bisa menerimamu..maafkan aku zha..dan..&lt;br /&gt;Inilah terakhir aku ada didunia maya, esok aku akan kembali berpijak didunia yang sebenarnya..SELAMAT TINGGAL!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pada saat jiwaku sekarat&lt;br /&gt;Luka hatipun telah mengarat&lt;br /&gt;Aku melepaskanmu dengan kebebasan mutlak...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/33780492-115725720807823246?l=rumahsinggah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/feeds/115725720807823246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=33780492&amp;postID=115725720807823246' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/115725720807823246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/33780492/posts/default/115725720807823246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahsinggah.blogspot.com/2006/09/perempuan-dalam-cermin.html' title='Perempuan Dalam Cermin'/><author><name>AmaH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
