Just Learn To Write..Really!!
Sunday, September 03, 2006
Perempuan Dalam Cermin
Yahoo messengerku masih menyala dan ada kata available terpampang distatusnya. Tapi yang ditunggu tak juga online. Malah id-id lain yang mengajak ngobrol. Maaf kalau kutanggapi setengah hati, karena bukan kalian yang aku tunggu "jerit hatiku..
Zha, sosok misterius yang hampir 4 tahun ini dengan setia menemani malam-malam insomniaku lewat percakapan maya. Cowok tulen yang tinggal lama di negeri arab saudi sana. Bukan karena mencari rupiah demi menghidupi keluarga sehingga dia rela berjauhan dari Indonesia tanah kelahirannya. Tapi karena memang dia besar dan sekarang menetap disana. Zha, yang ngakunya pertama kali menangis dan membuka mata di kota buaya, berdarah blasteran jawa-timteng (timur tengah) dan selalu kangen akan bangsa kita tercinta ini.
"kangen sama cewek-ceweknya juga" ucapnya..

zha, yang katanya kepincut dengan id emailku yang lucu dan imut yang dia ketahui dari email temennya. Lalu sengaja dia mengadd. Masih teringat awal perkenalanku dengannya.
"would you be my friend"
"absolutly. But who are u. and where do u know my id"
"I receive email from my friend and I found u there"
"oic"
"where are u now"
"internet cafe, indonesia"
"bah, bilang kek kalau dari indo. Kan bisa ngomong pake bahasa indo daripada inggris"
"gabruks..bisa bahasa indo juga? :D" jawabku
lalu obrolan pun dimulai. Dari ringan, lucu tapi menggigit, agak ringan, setengah serius sampai serius banget. Bukan Cuma itu saja, lama kelamaan obrolanpun mulai memasuki area pribadi. Yang biasanya kalau sudah sampe dalam tahap ini, aku biasa ngeles dan menghindar.
4 tahun memang bukan waktu yang singkat untuk sebuah pertemanan, juga bukan berarti kalau diantara kami berdua sudah saling terbuka. Toh pada kenyataannya banyak yang dia belum tahu siapa aku sebenarnya dan begitu sebaliknya. Zha, menyangka sosokku adalah perempuan sempurna baik fisik maupun psikis. Katanya aku dikarunia wajah manis, suara merdu, baik budi, rendah hati juga galak.
Dia bisa ngomong seperti itu karena dia sudah melihat wujudku dalam foto yang sengaja aku pampang di flickr, Friendster, hi5, dan masih banyak lagi. Dimana kami berdua memang saling berhubungan lewat dunia virtual secara keseluruhan.
Tapi aku, sampai detik ini pun belum pernah melihat sosok zha. Baik Friendster, hi5, dan sebagainya dia biarkan kosong tanpa picture. Pernah sekali dia menyebutkan ciri2nya yang katanya berkulit putih, berkumis tipis (di arab inilah yang membedakan antara lelaki dan perempuan selain cadar), dengan tinggi dan berat badan yang proporsional, tidak kurus juga tidak gemuk, rambut ikal. Tapi tetap saja itu semua tak cukup bagiku.
Zha, sosok misterius yang selalu kutanyakan keberadaannya. Ntah maya atau nyata, tak ada yang tahu. Ku coba menelusuri satu persatu teman yang dia punya, namun akses untuk mendapatkan info dari mereka pun tertutup. Teman-temannya keburu curiga sebelum aku bertanya lebih jauh.
Zha, lelaki yang pernah dengan amat serius ingin meminangku jadi pendamping hidup, menjadi ibu dari jundi-jundi kecilnya, mengurusi rumahnya, memberi senyuman terhangat dan termanis kala dia pulang kerja diwaktu sore. Katanya, dengan kelemah lembutan dan kesabaran yang ada, dia yakin anak-anak akan merasa aman dan nyaman serta terjaga masa depannya.
Akh zha..sosok lelaki yang mampu membuatku terbawa terbang tinggi dan tak ingin kembali ke bumi tempatku bernaung.
Segala kesusahan, kesedihan, kecemasan, kebahagiaan sudah aku bagi dengannya. Ampuni aku jika sampai detik ini tak bisa berterus terang tentang sejatinya aku..
Aku takut zha..setelah kau tahu, kau tak mau lagi berteman bahkan menyapa diriku. Itu satu-satunya alasan kenapa aku tak membuka diri.
Tiba-tiba
Buzz..
"masyaAllah bikin kaget aja! "
assalamualaikum As, sudah lama?
"waalaikumsalam. Lama apanya?"
lama onlinenya dong
"alkhamdulilah iya. Pa kabar? Unta-untanya sudah pada tidur? :D"
kamu ini as, ada ada aja
"hahahahaha…kalau tuannya unta kok masih melek ya? Kan dah jam 2 pagi"
say, beda sana sama sini 4 jam. Terang aja disini masih terang benderang. Baru jam 11 malam gitu loh
"oia..lupa.."
kangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennn as. Pengen ada disamping as deh
"ealah.. :) "
jawab dong, jangan cuma senyum
assssss..........
assss............
assss........
Dicuekin 
"ups..sory zha. Sambil ngeblog blogwalking"
tuh kan disambi-sambi. Apa enaknya sih nge-blog gitu. Gak ada untungnya. Masih mending juga chat ma zha
"yey..maunya kamu. Bentar yah..give me 10 minutes ok"
ok

Zha, maafkan aku. Nge-blog menjadi satu alasan untuk menghindari pertanyaan kamu lebih jauh. Aku takut zha..
Ass…
"iya, as disini. Whats wrong?"
2 bulan lg aku ada tugas di KualaLumpur. Bisa tidak kita ketemu tuk membahas masa depan kita. Soal paspor nanti dibikin. Tinggal as bilang setuju nanti zha kirimin uang buat bikin.
"hah...tapi?"
kalau as setuju, dari Kuala Lumpur kita ke indo. Zha mo minta ijin sama ortu as
"tapi..."
kenapa tapi sayang? Nggak mau ketemu?
"bukan itu zha. Perjumpaan bukankah itu yang as harapkan..tapi..tapi as takuut"
takut karena apa
"banyak hal yang zha ga tahu"
makanya kasih tahu
"maaf gak bisa..maafkan as zha. As pamit..wassalam"

Zha..maafkan aku. 2 tahun aku menutup diri dari yang namanya lelaki. Dan cuma pada kamulah as bisa sedikit berharap. Tapi ketika harapan itu datang, rasa takut menjadi lebih dalam. Takut nantinya kau kecewa, terluka...
Yah zha, kau tidak tahu. Bukan hanya kau, tapi semua orang disekelilingku,Bapak, ibu, kakak, adik, sahabat semuanya tiada yang tahu rahasia ini. Rahasia yang tersimpan rapi.
Saat itu bulan juli, saat dimana keperawananku direnggut dengan paksa oleh kekasihku sendiri. Lelaki dimana aku gantungkan impian membentuk keluarga sakinah, yang aku percaya sekaligus aku sayang tapi ternyata rasa sayang dan cintanya hanya sebatas nafsu.
Jangan kau tanya bagaimana aku melawan? Sudah..sudah kulakukan semua selagi bisa untuk mempertahankan kehormatan. Tapi apalah daya, sekuat-kuatnya tenaga perempuan pastilah kalah dari tenaga lelaki. Demikian juga aku zha...
Aku dilecehkan, aku dihina, dan tak ada lagi masa depan buatku.
Dan ternyata, janji manis yang katanya mau mempertanggungjawabkan perbuatannya pun tinggal pepesan kosong. Karena tiba-tiba dia lari dengan cewek lain, meninggalkan aku zha..
Aku bisa apa? Menangis sudah sering aku lakukan sampai-sampai air mata tak bisa keluar lagi. Mengejar dia? Aku sendiri tak tahu kemana rimbanya sekarang. Pasrah! Hanya itu yang bisa aku perbuat..menjalani hidup dengan senyuman..
Itulah zha..kenapa aku tak bisa menerimamu..maafkan aku zha..dan..
Inilah terakhir aku ada didunia maya, esok aku akan kembali berpijak didunia yang sebenarnya..SELAMAT TINGGAL!!!

Pada saat jiwaku sekarat
Luka hatipun telah mengarat
Aku melepaskanmu dengan kebebasan mutlak...
posted by Asma @ 11:14:00 AM  
2 Comments:
  • At 3:32 PM, Anonymous Anonymous said…

    aduh amma....
    aku turut prihatin...
    panggil aku kalau butuh bantuan, akan aku usahakan semampuku...

     
  • At 8:37 PM, Anonymous Anonymous said…

    waduh hery..tolong dunk..ini kan cerita fiksi. liat title atasnya..belajar menulis. weleehh..anyway..thq deh ya..atas penawarannya.:P

     
Post a Comment
<< Home
 
 
About Me

Name: Amma
Home: DjoGdJa

Previous Post
Archives
Shoutbox

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus.

Links
Powered by

15n41n1

BLOGGER