Just Learn To Write..Really!!
Thursday, November 16, 2006
Sang Gadis dan Berajanya
Beberapa minggu ini Gadis mencoba bersikap tabah,sabar,tegar selalu tersenyum bila ada kesempatan. Untuk beberapa saat Gadis coba untuk tidak berkompromi dengan hati kecilnya,dan perasaan bersalah yang mendera hidupnya. Berpura-pura semua yang ada disekitarnya terlihat normal dan berjalan seperti biasa.Tapi disaat sendirian sang gadis pun akan teringat semua hal yang menyelimuti dirinya,semua dosa kecil yang telah dia lakukan. yang membuat dada gadis sesak penuh rasa amarah, sebal,benci,sayang juga cinta dan nelangsa. Dalam kekalutan itupun terbersit kata,"aku ini manusia biasa bukan tuhan ataupun malaikat yang harus selalu baik.aku bisa juga melakukan kesalahan tapi aku juga harus mengambil pelajaran dari kesalahan yang aku buat". Kalo memang aku sedih dan pengen menangis harusnya aku menangis biar lega..walaupun dengan tangisan takkan menyelesaikan masalah.
Yah,gadis hanya ingin mencintai dan dicinta. Terlalu beratkan permintaan ini. Gadis pun tak ingin melukai sang dara yang ternyata menyayanginya. Antara gadis dan sang dara terikat satu perasaan sayang pada dia yang namanya tak bisa dieja. Jauh disudut hati sang gadis pun merasa terluka. Sakitnya terasa sampe pembuluh darah dan masih terasa ngilu. Semua perasaan gadis dia simpan rapat-rapat seorang diri. Perasaan bersalah masih sering hinggap dihari-hari gadis yang mencoba bersikap masa bodoh dan cuek, yah gadis harus bisa berdamai dengan hati dan memaafkan diri. Harus !!! walaupun susah teramat sangat.
Karena gadis ingin tersenyum dengan tulus seperti sedia kala tanpa beban.

Gadis sedih kenapa harus ada bentangan selisih paham antara persahabatan? Gadis sedih kenapa harus ada kemurkaan dari bibit suatu kebaikan??
Gadis sedih kenapa harus jatuh cinta kala semua dia rasa lara ? dan , gadis sedih kenapa dia termakan khayalan, menyamakan yang di depan mata bak segala cerita yang pernah dia baca???

gadis membuang jauh pandangan.
Hanya pepohonan dan teriknya siang
Aku letih sekian lama bergulat sendiri.
Aku tak sanggup menahan sakit nan kian nyeri.
Kalau ada hujan yang tiba-tiba jatuh ke bumi, membagi kesegaran yang murni, kurasa bukan ditujukan pada diri.
Tuhan
Bukan maksudku mengumpat.
Bukan dampak sesalku kumat
Aku hanya manusia biasa. Tiada lebih. Tiada kurang. Selama ini tiada yang mampu menahan asaku. Tidak ada.
Aku hanya ingin menerusi kebaikan, mencantumkan banyak kedamaian dan membambangkan kasih sesama.
Tapi, kenapa jalanku dihadang?? Kenapa justru berkibar bendera perang? Atau aku yang harus mengalah? Tapi, aku juga punya harga diri. Harga diri yang tiada akan pernah bisa diusik. Apalagi di culik. Dan gadispun mengusap bulir bening yang tak tertahan jatuh ke tanah. Sekuatnya dia bertahan, akhirnya memang rohnya menyerah.
Gadis LELAH.
Ter a mat L E L A H.

oktober 2003


beraja = kekasih = bintang jatuh
posted by Asma @ 1:17:00 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
 
About Me

Name: Amma
Home: DjoGdJa

Previous Post
Archives
Shoutbox

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus.

Links
Powered by

15n41n1

BLOGGER