Just Learn To Write..Really!!
Sunday, September 10, 2006
Pohon Dan Daun
tulisan lama yang aku coba kenang kembali..

Friday, June 11, 2004
+ Pohon Dan DauN +

Ini kisah tentang daun, dia berharap dan ingin tinggal di sebuah pohon. dan sang pohon pun memintanya untuk tidak meninggalkannya. tapi..?? ada keraguan di hati sang daun, karena pohon itu pun masih mempertahankan "daun" yang lainnya.
Pohon itu sering mengatakan pada daun kalau "daun" yang satunya itu hanya mempertahankan kedudukannya di dahan dan tak ingin tergeser oleh daun lain. tapi kenyataanya..sekian lama sang pohon belum juga memutuskan daun yang mana yang akan dipertahankan.
terkadang hinggap di pikiran daun, benarkah apa yang pohon bisikkan dikala bersentuhan, bergesekan sewaktu tertiup angin, bercanda dan tertawa. atau itu hanya janji untuk menenangkan hati daun yang sedang gundah gulana?? atau untuk menutupi kebohongannya agar tidak terkena amukan badai dari daun. dan apa yang dikatakan pohon kepada "daun" yang satunya. sama atau juga harus berbohong demi kebaikan dirinya.
saat ini pohon meminta daun untuk bersabar, berdiam dan bertahan. tapi sampai kapan?? kadang daun berpikir untuk menyerah, tak tahan daun harus menanggung luka dan ketakpastian dalam harinya. tapi ketika akan menyerah, begitu banyak dukungan dari sahabat pohon yang menyarankan daun untuk menunggu dan bertahan. menunggu akan apa pikir daun. menunggu pohon menyakiti lebih dalam?? atau menunggu angin hangat nan lembut yang akan membawa daun terbang.

Notes : Daun terbang karena angin bertiup atau karena pohon tidak memintanya untuk tinggal ???.
posted by Asma @ 11:38:00 AM   0 comments
Tuesday, September 05, 2006
Dilema Dua Hati
Ada yang tak bisa kumengerti! jika hidup adalah misteri, mungkin saat ini Tuhan sedang mengujiku dengan keajaibannya. jika pertemuan dan perpisahan adalah bagian dari hidup. kenapa saat ini aku mengalaminya pada saat yang bersamaan? tapi kenapa dia? dan bukan yang lain?
kenapa aku harus bertemu dengannya dan 2 minggu lagi dipisahkan jarak dan waktu. amboi..pedih niah jika ku ingat hal itu. pintu kebahagiaan karena bersua dengannya telah tertutup lagi. namun kiranya, rahasia Tuhan tak hanya berlaku dengan takdir perjumpaan dan perpisahan. tapi kenyataan pahit yang harus aku telan. yah..dia calon pastur? sedang aku?

Perjumpaan Pertama, Yogya 19 April 2006

Lina menyambut kedatanganku dengan ramah dan langsung memperkenalkan aku dengan semua orang yang ada disana.
"kenalin nih temen gue, sinta. dia udah lama gabung dikomunitas kita dan dia satu-satunya orang yang ada di Yogya"
satu persatu aku menyalami mereka.ada mba vita yang cueknya setengah hidup, hany yang manja, ari yang centil, yuga yang pendiam, indra yang jenggotnya bikin ga kuku dan gak nana, dan Bram sang primadona wanita.
Dari tatapan mata, bahasa tubuh, percakapan, dan keisengan malam itu semua bermula. tak ada rencana, tak ada sebab, tak ada karena juga alasan semua terjadi. tadinya aku tak mengenal dia, begitupun sebaliknya. berasal dari komunitas yang berbeda tapi disatukan oleh alasan kemanusiaan. yah..hari itu pertama kali berjumpa. tak ada desir-desir aneh yang merambat ke ulu hati, tak ada tatapan mesra yang tertuju padanya. bagiku dia hanya oase biasa dan tak ada yang istimewa. tapi herannya, semua perempuan yang ada dikelompokku begitu care dan menspesialisasikan dia diantara cowok lainnya. kuakui ada perasaan sebel terhadapnya walau tak ku tampakkan. seolah-olah dia raja yang dikelilingi oleh para harim. huh!!
tak ku hiraukan tatapan matanya yang selalu tertuju padaku, bahkan terkadang aku balas memelototinya. semua yang dia lakukan ku anggap angin lalu dan tak berbekas. tapi dasar lelaki, usaha dia tak berhenti sampai disana. sampai saat senja datang, dia berjalan tertatih karena bisul yang ada dikakinya baru saja dipecahkan oleh para bidadari yang mengekornya. dia pun duduk terkulai lemah disampingku yang sedang membaca komik.
"sudah merasa baik?" tanyaku
"lumayan, baca apa kau"
"komik polaris" jawabku sambil terus melanjutkan membaca. dan tak kuhiraukan lagi kehadirannya disampingku. dan entah kenapa, tiba-tiba saja dia merebut bacaanku sambil melemparkannya ke rak yang ada didepan.
"hei..apa apan kamu mas?" sungutku. diapun cuma tertawa sambil terus berjalan menuju ruang tengah. huh!! dan jailnya tak berhenti sampai disana.
hal-hal kecil yang ternyata mampu menyedot perhatian aku tertumpah padanya. mencuri seluruh tatapan mataku untuknya. "sial" rutukku. tapi setelahnya timbul keakraban, pengertian, pemahaman yang begitu saja terjadi.
hari kedua dan selanjutnya, aku dan dia selalu ada bersamaan. bahkan dari makan aku yang mengurusnya. tidak jarang saat larut malam dan dia kelaparan tanpa segan dia membangunkan aku untuk dibuatkan semangkok mie.
"ku persembahkan semangkok mie rasa cinta kasih" ledekku
dan lalu aku menemaninya makan, mengobrol hingga rasa kantuk yang pergi datang lagi. tapi ternyata keakraban yang terjalin diantara kita berdua mendapat banyak sorotan negatif dari teman-teman yang lain. dan pada hari terakhir didusun itu tanpa dikomando lagi, aku dan dia sama-sama menahan diri untuk saling tidak berdekatan satu sama lain. sejak itu hanya sms lah satu-satunya komunikasi yang ada diantara kita berdua. Karena kita berada di dua kota yang lumayan berjauhan.

Perjumpaan kedua, benteng Vredeburg.Yogya 27 April 2006


malam sudah larut saat hp ku berbunyi dan dengan mata masih terpejam ku buka dan terlihat ada sms masuk. Hmm.. ada satu message.

Bram_koe
"say..besok ke yk. ketemuan ya.sebelum balik ke jerman.temeni cari literatur n keliling bersama u. ok"

"ok mas. Kabar kabari aja kalo sudah sampe. Besok ada di lab sampe jam 2. ketemu di depan benteng jam 3 sore. Abis itu mas mo kemana daku anter deh"
Lalu send…

Masih hari yang sama jam 3 sore
15 menit aku menunggu di tempat yang sudah disepakati, tapi dia belum nongol juga. bahkan sekedar pemberitahuan telat pun tidak ada. Padahal dia sendiri yang meminta kalau lebih dari jam 3 berarti gak jadi. Tiba tiba ringtone hp tanda ada sms berbunyi
"say, rada telat. Masih nunggu tho? Sory..bentar lagi sampe kok. Pakai pakaian apa? N duduk dimana"
"masih. Biru n didepan monumen." Lalu send...
tak berapa lama hp ku bunyi lagi.
"look at u`re behind."
seketika kepalaku menengok ke belakang. Dan kutemukan wajah innocentnya disana.
"hai.." sapaku
diapun hanya tersenyum sambil melebarkan tangan berniat memberi pelukan.
"wew..jangan! nggak bole ok!" elakku. So mo kemana kita?
Dan diapun menjelaskan rencananya. Taman budaya, bentara budaya, makan di mr burger (tempat favorite ku), nonton film di 21 Plaza Ambarukmo, makan di angkringan stasiun tugu, naik becak, terakhir warnet. Waktu menunjukkan pukul 12 malam saat kita berdua sampai dirumah.
Paginya dia bilang kalau akan bertemu dengan arma. Entah dari mana datangnya, tiba-tiba ada rasa perih didadaku. Tapi aku paksakan juga untuk tersenyum.
"ok, aku anter kamu ke kos indra. Baru dari sana aku lanjut ke Lab"
setengah jam perjalanan, sampai juga di kos indra. Niatnya setelah berbasa basi aku mau melanjutkan perjalanan ke lab, tapi dia mencegahnya.
"tinggal disini say, aku masih ingin berlama-lama denganmu. Pliiss"
"tapi mas, gak bisa"
"please..” dia pasang tampang memelas..yang gak kuasa aku menolaknya
"ok. But just for today. Not tomorrow"
"nah gitu dunk..asyiik"
hari yang indah, dan tak akan terganti setiap kepingan kenangan itu. Walau aku tahu hasil akhirnya bagaimana. Tapi setidaknya aku bahagia. Kami bisa membohongi orang lain, tapi kami tak bisa berbohong tentang perasaan yang ada.
======
Dia, calon Frather. orang suci. pelayan Tuhan. dia menginginkan dirinya melayani Tuhan seumur hidupnya. sungguh cita-cita yang mulia, yang tidak semua orang mampu melakukannya. tapi..kenapa masih ada nafsu di hatinya? Kenapa dia masih memelihara hasrat untuk bercinta? Bukankah seorang pastur dilarang keras menikah? Melupakan hal yang berbau duniawi. Bagi seorang frather pengabdian pada Tuhan adalah yang utama. Dan aku sangat-sangat mendukungnya. Aku harus menghormati keputusannya.
beribu kenapa berseliweran di ujung kepalaku ini? Begitu banyak diskusi yang telah dilakukan berdua.tentang budaya, sastra, politik, ekonomi. tapi ketika aku ajak bicara tentang agama, dia menolaknya dengan halus.
"kenapa" tanyaku..
tidak apa apa sayang..
"kenapa takut mas. toh kita pada akhirnya akan berjalan di rel kita masing-masing. aku dengan agamaku, kamu dengan agamamu"
"aku tak akan melarang dan mencegah apa yang sudah kamu putuskan jauh sebelum bertemu denganku. Aku Cuma memastikan. Kita berdua akan terluka, kau tahu itu"
dia hanya diam membisu,dan aku pun tak memaksanya. Selalu seperti itu..
pernah dalam sms aku menanyakan
"kenapa aku? Padahal banyak cewek disekitar kamu"
"aku damai dan nyaman saat bersamamu. Walau perkenalan kita singkat, aku tak tahu kenapa perasaan ini hanya tertuju padamu. Aku menyukaimu secara keseluruhan dan totalitas kehadiranmu. Bukan parsial seperti wajah, senyum, perhatian, dll."

Semalam aku bercermin. Kegiatan yang biasa aku lakukan setiap kali resah. mencoba mendapatkan jawaban atas semua yang menimpaku..
Yah, singkat..bahkan teramat singkat. 2 minggu dan aku sudah jatuh cinta padanya. Tapi benarkah ini cinta? Love at the first sight kah?? Atau ini hanya sekedar rasa empati yang berlebihan. Akh, entahlah. Aku mencoba menjalaninya..tapi semua harus diakhiri..secepatnya..sebelum ada luka yang menganga..

Sementara itu nun jauh disana..
Dia gadis manis berjilbab, lincah, bersahabat dan murah senyum. Seperti tak ada beban dipundaknya. Sikap dingin dan ketenangannya memabukkan. Bersamanya ada kedamaian yang diam-diam merasuki jiwa dan hatiku. Perasaan yang tidak pernah aku alami saat bersama gadis manapun. Tapi kenapa dia?
Tuhan, maafkan aku. Aku tak bisa membendung perasaan aneh ini. Perasaan yang menjalari seluruh urat nadi. Perasaan tak mau sedetikpun melepaskan pandangan darinya, melihat senyuman yang terukir diwajahnya.
Dia tak pernah mempersoalkan masalah keyakinan, bahkan dia sangat mendukung keputusanku untuk menjadi pelayanMu. Sudah ku coba menghindar, tapi tak bisa. Bahkan, saat inipun aku ingin bersamanya. Menikmati malam indah seperti waktu itu. Maafkan aku Tuhan, tapi apakah salah memiliki perasaan indah ini?
Aku ingin menjadi pelayanMu, tapi disisi lain aku tak ingin kehilangan dia. Gadis jilbab ku yang anggun dan mungkin ada 1 diantara 1000. Kau tahu kan, dia memberiku puisi yang sangat indah.
"ingin ku kenangkan semerbakmu
setiap kali disapa rindu
tapi tidak!!
Aku pejalan sejati, senantiasa pergi
Tapi boleh kau percaya, semerbakmu abadi"

Kau juga tahu, dia merahasiakan perasaannya. Dan dia juga sangat mengerti, bahwa ikatan yang terjalin akan terlepas simpulnya sekuat apapun diikat. Karena aku sudah menjadi milikMU sepenuhnya. Seperti puisinya yang lain, aku pun akan mengambil jalan yang sama. Berat memang, tapi harus..

++"sungguh, api cinta telah kuasai ini jiwa
datang menyisip pada hati yang hampa
namun,
++kala mata air telah ku temukan
++api yang berkobar pasti akan ku siram"

Perkenalan yang singkat, namun menumbuhkan cinta, sayang dan pengertian yang teramat dalam. Ada luka yang akan terbawa, banyak kenangan yang tak akan terganti. Setelah ini entah kapan akan berjumpa dengannya. Aku mengharapkan kebaikan untuknya. Selamanya…



Bandara SoekarnoHatta, 19 September 2006
Perpisahan tak terelakkan, dan taqdir akan membawa mereka ke tempat seharusnya mereka ada. Tak ada sedu sedan, suara, dan kesedihan, namun tatapan mereka sarat makna. Tangan mereka menyatu erat. Saat terdengar pengumuman pesawat yang akan ke jerman sebentar lagi tinggal landas, mereka berpelukan untuk pertama dan terakhir kalinya..
"selamat jalan mas.Saat kita berjumpa lagi, aku ingin melihat engkau telah menjadi seorang ROMO"
"selamat tinggal, honey. Sesekali kenangkan aku"
"pasti"




++ bait-bait yang diambil dari buku dibawah naungan cinta
posted by Asma @ 9:55:00 AM   1 comments
Sunday, September 03, 2006
Perempuan Dalam Cermin
Yahoo messengerku masih menyala dan ada kata available terpampang distatusnya. Tapi yang ditunggu tak juga online. Malah id-id lain yang mengajak ngobrol. Maaf kalau kutanggapi setengah hati, karena bukan kalian yang aku tunggu "jerit hatiku..
Zha, sosok misterius yang hampir 4 tahun ini dengan setia menemani malam-malam insomniaku lewat percakapan maya. Cowok tulen yang tinggal lama di negeri arab saudi sana. Bukan karena mencari rupiah demi menghidupi keluarga sehingga dia rela berjauhan dari Indonesia tanah kelahirannya. Tapi karena memang dia besar dan sekarang menetap disana. Zha, yang ngakunya pertama kali menangis dan membuka mata di kota buaya, berdarah blasteran jawa-timteng (timur tengah) dan selalu kangen akan bangsa kita tercinta ini.
"kangen sama cewek-ceweknya juga" ucapnya..

zha, yang katanya kepincut dengan id emailku yang lucu dan imut yang dia ketahui dari email temennya. Lalu sengaja dia mengadd. Masih teringat awal perkenalanku dengannya.
"would you be my friend"
"absolutly. But who are u. and where do u know my id"
"I receive email from my friend and I found u there"
"oic"
"where are u now"
"internet cafe, indonesia"
"bah, bilang kek kalau dari indo. Kan bisa ngomong pake bahasa indo daripada inggris"
"gabruks..bisa bahasa indo juga? :D" jawabku
lalu obrolan pun dimulai. Dari ringan, lucu tapi menggigit, agak ringan, setengah serius sampai serius banget. Bukan Cuma itu saja, lama kelamaan obrolanpun mulai memasuki area pribadi. Yang biasanya kalau sudah sampe dalam tahap ini, aku biasa ngeles dan menghindar.
4 tahun memang bukan waktu yang singkat untuk sebuah pertemanan, juga bukan berarti kalau diantara kami berdua sudah saling terbuka. Toh pada kenyataannya banyak yang dia belum tahu siapa aku sebenarnya dan begitu sebaliknya. Zha, menyangka sosokku adalah perempuan sempurna baik fisik maupun psikis. Katanya aku dikarunia wajah manis, suara merdu, baik budi, rendah hati juga galak.
Dia bisa ngomong seperti itu karena dia sudah melihat wujudku dalam foto yang sengaja aku pampang di flickr, Friendster, hi5, dan masih banyak lagi. Dimana kami berdua memang saling berhubungan lewat dunia virtual secara keseluruhan.
Tapi aku, sampai detik ini pun belum pernah melihat sosok zha. Baik Friendster, hi5, dan sebagainya dia biarkan kosong tanpa picture. Pernah sekali dia menyebutkan ciri2nya yang katanya berkulit putih, berkumis tipis (di arab inilah yang membedakan antara lelaki dan perempuan selain cadar), dengan tinggi dan berat badan yang proporsional, tidak kurus juga tidak gemuk, rambut ikal. Tapi tetap saja itu semua tak cukup bagiku.
Zha, sosok misterius yang selalu kutanyakan keberadaannya. Ntah maya atau nyata, tak ada yang tahu. Ku coba menelusuri satu persatu teman yang dia punya, namun akses untuk mendapatkan info dari mereka pun tertutup. Teman-temannya keburu curiga sebelum aku bertanya lebih jauh.
Zha, lelaki yang pernah dengan amat serius ingin meminangku jadi pendamping hidup, menjadi ibu dari jundi-jundi kecilnya, mengurusi rumahnya, memberi senyuman terhangat dan termanis kala dia pulang kerja diwaktu sore. Katanya, dengan kelemah lembutan dan kesabaran yang ada, dia yakin anak-anak akan merasa aman dan nyaman serta terjaga masa depannya.
Akh zha..sosok lelaki yang mampu membuatku terbawa terbang tinggi dan tak ingin kembali ke bumi tempatku bernaung.
Segala kesusahan, kesedihan, kecemasan, kebahagiaan sudah aku bagi dengannya. Ampuni aku jika sampai detik ini tak bisa berterus terang tentang sejatinya aku..
Aku takut zha..setelah kau tahu, kau tak mau lagi berteman bahkan menyapa diriku. Itu satu-satunya alasan kenapa aku tak membuka diri.
Tiba-tiba
Buzz..
"masyaAllah bikin kaget aja! "
assalamualaikum As, sudah lama?
"waalaikumsalam. Lama apanya?"
lama onlinenya dong
"alkhamdulilah iya. Pa kabar? Unta-untanya sudah pada tidur? :D"
kamu ini as, ada ada aja
"hahahahaha…kalau tuannya unta kok masih melek ya? Kan dah jam 2 pagi"
say, beda sana sama sini 4 jam. Terang aja disini masih terang benderang. Baru jam 11 malam gitu loh
"oia..lupa.."
kangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennn as. Pengen ada disamping as deh
"ealah.. :) "
jawab dong, jangan cuma senyum
assssss..........
assss............
assss........
Dicuekin 
"ups..sory zha. Sambil ngeblog blogwalking"
tuh kan disambi-sambi. Apa enaknya sih nge-blog gitu. Gak ada untungnya. Masih mending juga chat ma zha
"yey..maunya kamu. Bentar yah..give me 10 minutes ok"
ok

Zha, maafkan aku. Nge-blog menjadi satu alasan untuk menghindari pertanyaan kamu lebih jauh. Aku takut zha..
Ass…
"iya, as disini. Whats wrong?"
2 bulan lg aku ada tugas di KualaLumpur. Bisa tidak kita ketemu tuk membahas masa depan kita. Soal paspor nanti dibikin. Tinggal as bilang setuju nanti zha kirimin uang buat bikin.
"hah...tapi?"
kalau as setuju, dari Kuala Lumpur kita ke indo. Zha mo minta ijin sama ortu as
"tapi..."
kenapa tapi sayang? Nggak mau ketemu?
"bukan itu zha. Perjumpaan bukankah itu yang as harapkan..tapi..tapi as takuut"
takut karena apa
"banyak hal yang zha ga tahu"
makanya kasih tahu
"maaf gak bisa..maafkan as zha. As pamit..wassalam"

Zha..maafkan aku. 2 tahun aku menutup diri dari yang namanya lelaki. Dan cuma pada kamulah as bisa sedikit berharap. Tapi ketika harapan itu datang, rasa takut menjadi lebih dalam. Takut nantinya kau kecewa, terluka...
Yah zha, kau tidak tahu. Bukan hanya kau, tapi semua orang disekelilingku,Bapak, ibu, kakak, adik, sahabat semuanya tiada yang tahu rahasia ini. Rahasia yang tersimpan rapi.
Saat itu bulan juli, saat dimana keperawananku direnggut dengan paksa oleh kekasihku sendiri. Lelaki dimana aku gantungkan impian membentuk keluarga sakinah, yang aku percaya sekaligus aku sayang tapi ternyata rasa sayang dan cintanya hanya sebatas nafsu.
Jangan kau tanya bagaimana aku melawan? Sudah..sudah kulakukan semua selagi bisa untuk mempertahankan kehormatan. Tapi apalah daya, sekuat-kuatnya tenaga perempuan pastilah kalah dari tenaga lelaki. Demikian juga aku zha...
Aku dilecehkan, aku dihina, dan tak ada lagi masa depan buatku.
Dan ternyata, janji manis yang katanya mau mempertanggungjawabkan perbuatannya pun tinggal pepesan kosong. Karena tiba-tiba dia lari dengan cewek lain, meninggalkan aku zha..
Aku bisa apa? Menangis sudah sering aku lakukan sampai-sampai air mata tak bisa keluar lagi. Mengejar dia? Aku sendiri tak tahu kemana rimbanya sekarang. Pasrah! Hanya itu yang bisa aku perbuat..menjalani hidup dengan senyuman..
Itulah zha..kenapa aku tak bisa menerimamu..maafkan aku zha..dan..
Inilah terakhir aku ada didunia maya, esok aku akan kembali berpijak didunia yang sebenarnya..SELAMAT TINGGAL!!!

Pada saat jiwaku sekarat
Luka hatipun telah mengarat
Aku melepaskanmu dengan kebebasan mutlak...
posted by Asma @ 11:14:00 AM   2 comments
 
About Me

Name: Amma
Home: DjoGdJa

Previous Post
Archives
Shoutbox

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus.

Links
Powered by

15n41n1

BLOGGER