Just Learn To Write..Really!!
Thursday, January 15, 2009
Mimpi Buruk
tiba-tiba dia datang, seperti angin. menampar kesadaranku atas ketiadaannya selama beberapa bulan ini. dengan tas menyatu di punggung dia berkata :
"harusnya aku mendapatkan sambutan yang lebih hangat dari sekedar salam"
dan harusnya aku juga mendapatkan penginapan yang lebih dari losmen ini” sambungnya sinis mengomentari semua yang sudah aku siapkan secara mendadak.
”Ini akhir bulan sayang, kau tahu persis keadaanku!!”
Akh..kapan sih kau tidak pernah bokek “ Keluhnya persis didepan kamar hotel.
Tanpa sepatah kata aku langsung memutar kunci kamar.
Sesaat ku lihat dia memandang nanar dan menelusuri satu persatu keadaan kamar yang akan ditempati dalam 2 hari ke depan.
“lumayan untuk pengusir lelah” ucapnya sambil meletakkan tas diatas meja.
setelah puas memeriksa, dia menuju kamar mandi. Entah apa yang dia lakukan disana, lima belas menit kemudian dia keluar dengan handuk terlilit dikepala.
”Setelah ini biarkan aku menemui seseorang”...jelasnya
Dan aku hanya mengangkat bahu sebagai tanda terserah.
Satu jam berlalu dengan keheningan. Aku sibuk dengan pikiranku sendiri, dia sibuk menulis sesuatu di laptop.
Diam-diam aku perhatikan dirinya. tujuh bulan tanpa kabar dia sudah banyak berubah. Sikapnya tak lagi manis, tak ada senyum diwajahnya, setiap kata yang dia ucapkan terasa getas di kuping. Menusuk harga diriku sebagai lelaki.
Tiba-tiba saja dia memalingkan muka ke arahku. Seperti mengetahui aku sedang memperhatikannya, dia pun mendongak ke arahku.
”ada yang aneh dengan wajahku?”
Sejenak aku memandangnya sebelum memalingkan muka. Sejak aku jemput di stasiun tugu tadi pagi, sikapnya memang mengesalkan. Biasanya setiap bertemu aku akan menyambutnya dengan pelukan dan ciuman sayang di pipi, namun tadi pagi saat aku hendak memeluk dan menciumnya dia menghindar. Juga waktu aku gandeng tangannya, dia menepis tanganku. Aku tahu dia kesal dan marah karena sikapku yang akhir-akhir ini tak peduli padanya.
”tujuanku ke yogya karena ada urusan yang harus aku kerjakan. Sedang bertemu dengan kamu adalah bonus lain yang bisa aku dapatkan” demikian kalimatnya menjelaskan sewaktu kami berdua berkomunikasi lewat sms 3 hari lalu .
Ini adalah pertemuan kedua setelah pertemuan kami di awal februari.
”jadi masih tidak mau cerita tujuan kamu kesini sebenarnya” tanyaku memecah keheningan.
”buat apa? Toh selama tujuh bulan ini kamu juga tidak peduli dengan perasaanku. Jadi jangan urusi masalahku” jawabnya ketus
Sisa kemarahan masih terlihat di wajah manisnya. Lalu dia pun kembali sibuk dengan dunianya sendiri. Asyik mengobrol dengan teman-temannya didunia maya. Hotel ini memang menyediakan hot spot, jadi di dalam kamar pun kami bisa mengakses internet.
”jam berapa dan dimana kamu bertemu dengan teman kamu”
”bukan urusan kamu” jawabnya singkat
Bosan dengan perlakuannya, lantas aku pun mulai menyalakan tv. Tidak ada acara yang menarik. Semua chanel menayangkan sinetron khas remaja dengan tema cinta yang dangkal. Cinta? Jujur saja, aku masih sangat menyanyangi gadis didepanku ini. Walaupun dengan sikap yang menjengkelkan seperti sekarang, namun aku bersyukur dia masih disampingku. Begitu sering aku mengecewakan, menyakiti hati dan membuat dia menangis, namun dia masih saja setia. Walaupun aku tahu tidak sedikit kumbang yang berusaha mendekatinya, tetapi sampai sekarang dia masih memilih untuk mendampingiku. Dulu setiap aku menghilang, dia akan mencariku. Menelfon ke semua teman dan relasiku yang dia kenal hanya untuk mengetahui keberadaanku. Perhatian dan sayangnya begitu tulus dan begitu nyata aku rasakan walaupun kami berjauhan. Aku di yogyakarta, sedang dia di jakarta. namun hal itu tidak menghalangi kisah asmara kami. Tidak ada waktu yang wajib bagi kami untuk bertemu melepas rasa kangen dan rindu yang datang menggoda. Bisa satu atau dua bulan sekali kami saling berkunjung. Walaupun dia yang lebih sering datang ke yogya menemui aku. dan kali ini, dia datang tapi bukan untuk menemuiku. Juni kemarin tepat di hari ulang tahunnya aku mengecewakanya lagi. Aku tak bisa datang, padahal aku sendiri yang berjanji akan ke jakarta untuk merayakan hari bahagianya berdua. Dia marah besar dan kecewa.
Hanya kalimat pendek yang dia kirimkan lewat sms ”aku lelah dengan semua ketidakpedulianmu. Jangan salahkan bila hatiku tak lagi untukmu”
Sejak itu sikapnya berubah. Tak ada sms, telfon, email bahkan obrolan di dunia maya. Dia tiba-tiba menjauh. Dia menghilang. Sampai tiga hari kemarin datang sms yang mengabarkan dia akan datang dan meminta aku membooking kamar hotel. Jam di dinding menunjukkan pukul 4 sore. Bosan dengan acara tv, aku pun lantas beranjak dan mengambil jaket seraya berkata
”aku mau keluar. Kamu titip apa?” hening sesaat.
”nggak ada” jawabnya tanpa memandang dan aku pun berlalu.
Perasaanku masih kacau saat keluar dari hotel. Aku menuju ke warung kecil pinggir jalan.
”dji sam soe satu bungkus” kataku kepada pemilik warung. Setelah menyerahkan uang lalu aku pun duduk di bangku kecil yang ada di warung tersebut.
Aku mulai menyalakan rokok dan ku hisap dalam-dalam. Berpikir! Namun,Tiba-tiba hp ku bergetar. Ada pesan masuk dan rupanya dari dia.
Sender: Ame
Aku di box 4 warnet dekat hotel. Kamu bisa kesini sekarang. Penting!
aku membuang puntung rokok yang tersisa. Dia paling tidak tahan dengan bau rokok. Dia tahu betul bahwa aku tidak bisa tidak merokok dalam sehari, namun dia masih mentolerir. Katanya ”kamu boleh merokok asalkan saat tidak bersama aku”
Segera aku menuju warnet yang jaraknya tidak jauh dari warung tempatku duduk. ”Siapa tahu saja setelah ini sikapnya akan berubah Kembali menjadi ame yang manis, lembut dan perhatian”pikirku
Sesampai di warnet aku langsung menuju box 4. Belum sempat aku menanyakan ada apa, tiba-tiba dia berkata ”ambilkan laptop yang tertinggal di kamar. Ada data yang yang tertinggal dan harus segera aku kirim”
Geram. Itu yang aku rasakan. Sejak pagi aku sudah bersabar menghadapi sikapnya yang menjengkelkan dan sekarang dia memperlakukan aku seperti kacung. Tanpa sepatah kata, aku lantas menuju hotel. Sesampainya dikamar, aku lihat laptop ame masih menyala dan emailnya masih belum sign out. Penasaran aku mengeceknya dan aku temukan satu folder bernama rahasia. Kubuka dan ternyata semuanya berisi kiriman email dari satu orang. Salah satu emailnya berjudul our picture, lalu aku mengkliknya dan setelah menunggu loading akhirnya seluruh email itu bisa terbuka dan ku lihat ame dengan seorang cowok berpelukan mesra,mereka tersenyum dan tertawa bahagia.

-Agustus 2007 -
posted by Asma @ 2:08:00 PM   0 comments
 
About Me

Name: Amma
Home: DjoGdJa

Previous Post
Archives
Shoutbox

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus.

Links
Powered by

15n41n1

BLOGGER